Jumat, Agustus 15, 2008

Can U Hear Me..



Ahad, 3 Agustus


pagi dihari cerah ini, aku masih tergolek tanpa nyawa diatas kasur, karena semalem bgadang sampe pagi, kemudian setelah shubuh baru memberikan hak mata untuk terpejam. setelah kurang lebih terbangun pukul 10.08 kulihat kawan serumah nak pigi ke kampus. aku hanya nitip, ntar kalo ada apa-apa dari kampus, kabari aku. sementara aku masih terkulai lemas tak berdaya diatas kasur bermerk "TAKI" setebal 20 cm. kuhidupkan saja Toshiba yang tergeletak disampingku, kuraih lalu kubawa keatas kasur.
mata, rambut, dan seluruh badan yang masih lemes hanya mampu menghidupkan YM, dan memutar liputan6 pagi. masih sambil leyeh-leyeh, baringan. tak lama kemudian seorang kawan memberitahukan kabar lewat YM, bahwasanya nilai sudah turun, deg! jantungku berdegup lebih kencang beberapa kali, getarannya pun dapat kurasakan dari buku yang kuletakkan diatas dadaku. beribu rasa menghampiriku, cemas, sedih, takut, haru. semua bercampur aduk tak karuan. aku ga tau firasat apa yang kurasakan, entah natijah apa yang akan kuterima. yang pasti sejak itu aku berusaha menguatkan hati dan fikiran, sekuat tenaga untuk tetap bertahan menghadapi apapun yang terjadi. aku menyadari betapa beberapa mata uji, aku masih ragu untuk kumasukkan dalam kategori lolos. dalam catatanku setidaknya ada 6 mata uji yang aku ragu!. semoga ketakutan itu takkan terwujud, seperti halnya tahun lalu, ketika ketakutanku tak terbukti, harapku.
meskipun semaleman bermain dengan anak² sepanjang malam dikamar namun entah kenapa semaleman ga ada fikiran lain kecuali nilai yang akan segera ditempel besok. hati rasanya berdebardebar, ga tenang! ga tau kenapa perasaan ga enak menyeruak menyelimutiku, semalam, terus menerus, saling berpacu antara sekon, detik, menit.. selalu saja seperti memburuku. memaksaku untuk mengalah pada semuanya. ah, rasanya hari esok adalah misteri yang sangat mencekam bagiku. rasanya terlalu tidak siap untuk menerima semuanya...
meskipun kupaksakan untuk membuka hati, apapun yang terjadi besok, itu adalah anugerah, tak ada kata musibah disana. apapun itu!

Senin, 4 Agustus

pagi yang sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur, udara diluar seakan menolak kehadiranku untuk sekedar menghirup sarinya, tak ada terlintas niatan sedikitpun untuk berangkat kekampus pagi ini, karena aku lebih siap mendengar kabar dari oranglain daripada mendapatiku shock tak sadarkan diri dikampus melihat nilai yang aku terima, mentalku tak setebal itu kawan. makanya, hari ini kuputuskan untuk menunggu kabar dari temanteman yang akan berangkat ke kuliah saja, setelah tau apa nilaiku, baru aku akan melihat dengan mata kepalaku sendiri.
setelah sekian ribu detik yang kutunggu, akhirnya datang juga kabar yang menggemparkan seluruh tubuh, membuat hati jadi mengharu biru, kabar buruk yang kuterima tak lebih dari suara bising yang hanya akan menghardik diriku sendiri selama satu tahun. "kabar buruk, koe mangkul 5!" kata suara diseberang sana. puffh! seisi dunia rasanya benarbenar menghempaskan tubuhku, memaksaku pergi jauh, jauh sekali sejauh dunia lain yang seakan mau menerimaku apa adanya. aku ingin lari.. lari secepat kilat, segagah harimau mengejar rusa. aku ingin cepat pergi dari sini, dari tempatku mendengar kabar, dari kamar yang selalu kurindukan ketika berada diluar. luluh lantah semua harapanku untuk kembali bersama kawankawan glafeesa tahun 2009 nanti. semua harapan itu blurr buyar, rasanya hambar, tak ada lagi sesuarapun yang bisa kudengar. hanya ngilu yang kurasa saat itu. semua terasa begitu getir. apapun tak akan bisa mengobati kegagalan ini.

Kamis, 7 Agustus
Hari ini, baru kusempatkan benarbenar memandang nilai yang sudah turun dan ditempel berderet didepan kuliah. ternyata kenyataan emang pahit! meskipun demikian, aku tetap bisa menahan ngilu yang pernah kurasakan tiga tahun lalu. ya, ngilu itu sama, meskipun kali ini lebih banyak dibayangi masalah masalah lain. beberapa program kedepan sudah terancang dengan baik, karena itu harus ada agenda unninstall program dan menginstall program lain, yang lebih up to date, kedepan. anganangan ini masih terasa mengambang meskipun semua harus dijalani.
rasanya seperti tercabik, sakit, menyayat ulu hati. hingga tak terbayang akan anganangan untuk merancang masadepan.
kuputuskan untuk kembali membangun angan dan mimpi serta beberapa rencana kedepan dengan back home! sesuai rencana tanggal 15 nanti Singapore Airlines akan menemaniku untuk perjalanan pulang, kembali kepangkuan Ibu Kartini. Jepara.. I'm Comming!!..


jadi inget pesan Tuk Bayan dalam "Laskar Pelangi" yang ditujukan kepada Mahar & Flo.
"Kalo Ingin Pintar, Baca Buku Belajar!!".

2 Komentar:

Alex Ramses mengatakan...

haloom, pakabar? masih di cairo gak?

akunamasao mengatakan...

haloo jg pak..
kabar baek..
statusnya sih masih dikairo, tp lagi nek indo trus males balik.. hahhaha.. ora dink..

Posting Komentar

baiknya anda menggunakan browser mozilla
makasih telah membuang waktu anda mampir kesini.. :)