Rabu, Juni 27, 2012

Cerita Panjang Berkisah Pendek

Ah, sudah lama sekali kiranya saya tak menjamah blog ini. kirakira selama itu pula saya kurang semangat untuk nylomet disini (jika tidak mau dikatakan males).

Dari bulan Desember saya sudah pengen nge-blog, tapi dengan berbagai keterbatasan akhirnya saya ndak jadi posting. saya pengen cerita banyak tentang perjalanan yang banyak kejutannya, mulai saya balik ke Indonesia dengan tiba-tiba, istri baru Bapak, sampai saya diam-diam menikah dengan mantan pacar.

Pertengahan Desember 2011 secara sadar saya kembali ke Tanah Air, tak banyak yang tau. bahkan konco 'kenthel' saya yang saya mintai tolong njemput di Cengkareng-pun tak tau, saya hanya bilang pada PQ untuk menjemput teman yang hendak pulang ke Magelang, pukul 14.15 di Gate kedatangan luar negeri. tapi memang benar, saat itu saya bareng sama teman yang asli orang Magelang. *saya ndak bohong!
dan Alhamdulillah si PQ lumayan terkejrut sambil misuhmisuh karna berhasil saya kerjai. mission accomplished! *nyengirrr

Saya sampai Jepara dengan hati yang bahagia bercampur haru, seperti biasa banyak 'rahasia keluarga' yang tak diberitahukan ke saya. seperti tahun 2008 dulu ketika jempol kaki Ibu harus diamputasi karna penyakit diabetes-nya. kali ini juga misteri bapak yang punya istri baru juga menjadi berita yang cukup menggelitik, ternyata kecurigaanku pada lebaran tahun lalu benar adanya. *selfpukpuk *hiks

Sore hari pertama saya dirumah, hal yang saya lakukan adalah menuju Stadion Gelora Bumi Kartini, kebetulan tim kesayangan memulai laga perdana di IPL melawan Persema Malang, meski Persijap kalah, tapi saya senang, bisa ketemu beberapa kawan yang sering bercengkrama lewat dunia maya. *yes, i'am an admin!

Banyak hal yang aku lakukan dirumah, banyak pula hal yang membuatku merasa sendiri, dan saya harus mengurus sertifikat rumah, sendiri, tanpa modal! *apes
saya kira ngurus sertifikat itu mudah, gampang dan cepat. akan tetapi ternyata cukup beribet, mangkeli dan gapleki! kebetulan anak buah notaris tempat buat sertifikat itu agak 'nggapleki' jadi sering kali saya skak! dan membuat dia gelagapan tak punya jawaban!. masak ngakunya Relawan Sosial kok apa-apa 'wani piro?' hellow?!
Setiap kali aku tanya kapan sertifikat jadi, dia slalu bilang pilih jalan tol, apa jalan biasa?. cah iki gendeng opo pekok! bathinku. cah Notaris kok ngomonge ra jelas! hingga akhirnya saya tinggal ke Kairo, sertifikat itu baru jadi! *karepmuu,raktakbayar!!

Saya ketemu banyak kenalan yang selama ini memenuhi timeline ataupun newsfeed fesbuk, ketemu banyak fans (?) -adalah kependekan dari teman fanspage- :p, Rumah Kartini, juga kawan-kawan Kaskus Jepara yang kemudian mempunyai jurusan StandUpComedyJepara, saya sempat terperangkap disini, disuruh jadi comic dengan segala keterbatasan. akhirnya saya cuma kenalan saja! *sori gan, urung siap bahan! :D

Dan akhirnya saya menikahi mantan pacar saya pada 29 April 2012. jujur saya tidak punya modal sama sekali dalam pernikahan ini, hanya sedikit keyakinan, keberanian (a.k.a ke-nekatan) dan tawakkal kepada Allah. Alhamdulillah saya punya Saudara-saudara yang SUPERRRRB! mbak-mbak, pak lek dan smuanya mendukung langkah saya, hingga akhirnya prosesi pernikahan sesuai rencana dan menggembirakan. alhamdulillah, airmata mengalir... *terharuubiruuuu

Semingu setelah pernikahan, saya harus kembali ke Mesir untuk menyelesaikan apa-apa yang belum rampung, menyelesaikan beberapa hal yang harus segera selesai! saya pamitan kepada semuanya, saya takkan lama maksimal dua bulan di Mesir!.

9 Mei saya mendarat di Kairo dengan selamat dan menyenangkan. 'malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak' (kayaknya ada yang salah dalam pepatah barusan?) Alhamdulillah saya mendapat panggilan Ilahi, berupa kesempatan beribadah sambil mengabdi dalam bentuk menjadi petugas Haji 1433 (2012), saya harus di Mesir paling tidak sampai habis Idul Fitri, lalu meneruskan perjalanan menuju Jeddah, kemudian baru akan pulang ke Tanah Air pada Desember 2012. Alhamdulillah, saya punya sedikit gambaran kedepan.....

Tahukah kamu bagaimana rasanya meninggalkan istri yang dikawini baru seminggu, lalu harus berpisah setengah tahun lebih???. Ya, rasanya seperti iniiii.. seperti iniiii!! *jangantanyaaaa! :p

Overall, saya bersyukur atas karunia dan nikmat Allah yang terlampau indah bagi saya, untuk perjalanan yang 'unpredictable', untuk rizki yang terus mengalir, untuk doa yang tak pernah lelah, untuk seorang istri cantik yang selalu sabar, untuk orang tua yang bahagia, untuk orang-orang tercinta yang dilapangkan rizkinya, untuk semua kawan yang mendoakan, juga untuk kamu yang lagi kesasar di blog 'gajelas' ini.
Alhamdulillah, Terimakasih Allah atas segalanya. smoga kami selalu menjadi hamba yang bersyukur dan terus mencoba memperbaiki diri. Amin
Baca Semuanya...

Minggu, Oktober 30, 2011

Obrolan Pagi Setelah Ngaji


Suatu pagi di akhir Ramadhan dalam perjalanan pulang dari Ngaji, terjadi percakapan antara saya dan Panjul (bukan nama sebenarnya-kayak bunga) seputar ngaji-mengaji. diantara obrolan tersebut sampai pada pertanyaan "seandainya Syeikh Ali Jum'ah (mufty Mesir, super sibuk) ada waktu untuk mengajar langsung (sorogan), sepertihalnya Syeikh Yusri Rushdy di Masjid beliau. 'eman-eman' Ilmu beliau yang sudah sangat mapan kalau tidak ditularkan, karena beliau sibuk sebagai Mufty dan kesana-kemari memberi pengajian,"


Obrolan kami tersebut mungkin saja hanya harapan dan ada didalam angan saja, namun setelah Idul Fitri tahun ini, ada kabar mengejrutkan. karna ada pengumuman akan diadakan 'Ngaji Bareng Mufty di Masjid Azhar' tidak tanggung-tanggung, 3 hari dalam seminggu beliau akan menularkan ilmunya melalui 3 kitab yang akan beliau kaji. (Ghoyah al Wushul - Tamhid - Asbah wa Nadhoir). dalam jadwal yang di rilis juga Grand Syeikh Azhar, Syeikh Ahmad Thayyeb juga akan mengampu di Masjid Azhar, namun sampai sekarang belum pernah sekalipun terlaksana, mungkin karena kesibukan beliau yang ruar biasa.

Saya yakin, obrolan kami pagi itu mungkin saja hanya angan-angan, akan tetapi saya lebih yakin kalau yang berangan-angan seperti itu tidak hanya kami, bahkan lebih banyak dari pada angan kami yang hanya 'santri' -jarang- ngaji. hihi
saya ber-azam kali ini saya harus mengaji, mengangsu, menutup kebodohan-kebodohan. saya ndak mau menyesal seperti dulu ketika Syeikh Thantawi terlalu cepat meninggalkan kami, dan saya belum ikut mengaji meskipun sekali. hiks!

Tapi untuk kawan-kawan yang tidak sempat meluangkan waktunya, atau berada ditempat yang jauh, sekarang bisa mengikuti pengajian beliau via Youtube.

Semoga Berkah!

Baca Semuanya...

Minggu, September 25, 2011

Griya Jateng, Senyaman Rumah Sendiri


Ada banyak kenangan di Mesir, salah satunya tempat dan bangunan bernama Griya Jawa Tengah. Griya (begitu kita menyebutnya) diresmikan pada 25 September 2005 oleh Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah saat itu, Ali Mufiz, MPA.


Pada awalnya KSW (Kelompok Studi Walisongo) hanya menginginkan sebuah sekretariat permanen dari Pemda Jawa Tengah, ada tarik ulur alot disana, namun singkat cerita Pemda memberikan tiga buah flat yang difungsikan sebagai TIC (Trade & Information Centre), sekretariat KSW (lantai dasar), auditorium dan penginapan (dua flat pada lantai satu).

Para senior KSW yang terbentuk dalam PPRD (Panitia Pengadaan Rumah Daerah) tiap siang dan malam secara bergantian piket. kalau siang menjadi mandor kuli bangunan. dan ketika malam tiba menjaga barang-barang. bangunan tersebut belumlah tertutup rapat, jendela dan lain sebagainya belum ada, namun lucunya pihak 'pembo(h)rong' sudah membelikan 12 AC. jadi anggota KSW -termasuk saya (kadangkadang)- ketika malam tiba harus menyambangi tempat tersebut, kebetulan kediaman kami dekat dengan lokasi.

Acara peresmian dilangsungkan dengan meriah, Wagub dan rombongan disambut dengan rebana, dilanjutkan pemotongan pita dan rentetan acara lain kemudian kelantai dua memasuki wilayah penginapan lalu menuju auditorium untuk berdialog dengan mahasiswa. beritanya bisa dibaca di SuaraMerdeka, 28 Sept 2005.

Setelah itu, ditunjuk sebagai Direktur Griya saudara Rois Mahfudz, saya sendiri sejak itu didaulat sebagai Bagian Administrasi yang sekaligus OB hingga tahun 2008. Kami yang mahasiswa Al-Azhar tanpa basis manajemen dan lain sebagainya harus mengatur bagaimana memenej sebuah penginapan, bagaimana melayani tamu dengan baik dan lain-lain.

Dalam jangka waktu tersebut, Alhamdulillah -meski tak banyak- ada kenangan yang bisa saya berikan untuk Griya Jateng ini, diantaranya adalah logo Griya Jateng dan Slogannya, "Senyaman Rumah Sendiri...", disamping itu masih banyak lagi kenangan yang susah dijelaskan disini. *halah

Dan terakhir saya pribadi mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Griya Jawa Tengah yang telah memberikan banyak pengalaman, banyak pelajaran berharga.
dan... Selamat Ulang Tahun Griya Jateng!! semoga tetap "Senyaman Rumah Sendiri...".
Baca Semuanya...
baiknya anda menggunakan browser mozilla
makasih telah membuang waktu anda mampir kesini.. :)