Minggu, Desember 05, 2010

Orang Aneh di Negeri Aneh



tangan-tangan menggelayut.. menggantung semrawut..

Ada ada saja keanehan yang kudapati selama di negeri Mesir ini, seperti hari ini, ketika hendak berangkat ke kampus. bus 65 Kuning datang dengan ter-engah-engah, mungkin karna usia yang tak lagi muda, atau karena saingan armada bus baru yang semakin lebih menarik.

seperti biasa manusia didalam bus berdesakan tak terbantahkan, saling merangsek untuk mendapatkan rasa PeWe (posisi wenak). wajah-wajah anak baru yang masih polos, pemuda-pemuda ndeso Mesir yang baru datang, juga tak terkecuali wajah-wajah mencurigakan copet yang menggerayangi setiap kantung celana penumpang.

Perjalanan sangat biasa, lancar dan sedikit tersendat. suasana dalam bus masih sangat sesak dan terus ditambah penumpang yang hendak menggunakan jasa bus renta tersebut, sampai datang seorang penumpang separuhbaya (tapi tetep manusia, bukan buaya) yang rese, dia tak mau mendesak dan tak mau didesak hingga menyebabkan kisruh, adu mulutpun tak terbendung, ditambah suara-suara penumpang lain yang mencoba melerai dan saling gontok-menggontok. tapi tetap saja penumpang paruhbaya (yang tetap manusia) itu menguatkan argumen dia sendiri, kemudian sang sopir turun tangan (baca: menurunkan tangannya, menarik pedal handrem, bus berhenti) tapi pemuda tetap bergeming, ibu-ibu turun kaki (?), tetap saja pemuda tersebut ngeyel, sang kondektur menengahi, mengalah menawarkan tempat duduknya, sibuaya itu tetap saja dengan kengeyelannya. hingga akhirnya sang sopir ngambek dan tak mau jalan, lalu turun entah kemana. diikuti sang kondektur.

Dan semua penumpang yang didalam bus itu saling menggerutu, mengumpat tak jelas dan tak terarah pada siapa. ada yang merasa sudah bayar karcis, ada yang buru-buru, ada yang merasa mendapat tempat duduk karna kebanyakan turun mencari bus lain.
dan saya sendiri berlari mengejar bus lain, karena kebetulan disebelah samping adalah terminal kecil bus 3 Jim yang juga menuju arah kampus.

Selalu ada Musa diantara sekian banyak Fir'aun, mungkin demikian tepatnya kisah hari ini, disamping orang-orang yang mengandalkan egonya, gak mau kalah, ngeyel, dan tak perduli orang lain. seperti bapak kondektur bus 3 Jim ini, setiap penumpang ditanya, "..apakah tadi kamu penumpang 65?". dan bila iya, kamu tak usah lagi membayar karcis, enak tho! meski tak seberapa nominal, namun sikap seperti ini jarang kami dapati difasilitas umum.

2 Komentar:

Radhen Kalilawang mengatakan...

lha sing nulis ki aneh tur ngeyelan juga gak?!?!? hwuhehehehe.... *sak urunge di thuthuki, mlayu ah....* :P

akunamasao mengatakan...

ki sing nulis kadang wae ngeyelee... :p


*nututi gowo penthungan satpam!!!

Posting Komentar

baiknya anda menggunakan browser mozilla
makasih telah membuang waktu anda mampir kesini.. :)